Hai....perkenalkan namaku Rizar Gustiansyah. biasa di panggil Rizar kadang teman memanggilku Gustian.Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara dan di lahirkan dari keluarga sederhana.Pada waktu kecil aku hyperaktif , periang , pendiam. Saking pendiam nya. aku termasuk anak yang telat dalam memahami pembelajaran dan berbicara (dylexsia). Ibu ku sempat mengkhawatirkan aku karena aku telat dalam berbicara dan memahami pembelajaran. sehingga aku mengikuti les/bimbel private membaca dan mengaji yang mengajari aku tak lain guru ku sendiri saat di TK. Aku yang berbeda dengan anak" lain selalu merasa sendiri. bagaimana aku merasa sendiri.aku tidak bisa berkomunikasi dengan mereka yang lancar dalam berbicara. Umur semakin bertambah dan trus belajar Alhamdulillah aku lancar berbicara. Sehingga ibu memutuskan aku masuk Taman Kanak-kanak ( TK ) dekat rumahku yaitu TK Al-khairiyah. Ketika aku kelas "Nol besar" aku dikasih penyakit sama allah. Di suatu malam saat aku tidur badan ku mengigil terasa seperti orang kedinginan , mengigau , demam tinggi disertai muka pucat. Ayah dan ibu langsung membawa ku ke Rumah sakit Krakatau steel setelah di check darah ternyata aku terkena demam berdarah (DBD) di haruskan rawat inap.
Hari pertama di rumah sakit , aku tidak betah karena makanannya engga enak dan ga ada rasa. Selain itu tempatnya sepi.
Di hari berikutnya ibu meminta pindah ruangan karena ruangan itu sepi plus panas. Pihak rumah sakit mengabulkan permintaan itu , Sehingga aku pindah ke ruangan baru.
Ketika sampai di ruangan baru. Aku bertemu seorang anak perempuan yang sedang di rawat. Anak perempuan itu bersama ibu nya. Karena blm kenalan jadinya ga tau nama anak itu.
Keesokan hari ini ibu berkenalan dengan ibu anak perempuan itu. Aku juga berkenalan dengan anak itu. Mulai dari awal kenalan aku selalu diajak main , diajak Poto dengan anak itu pokoknya jadi bestfriend. Semenjak pindah ruangan malah lebih betah dari sebelumnya.
2 hari kemudian. Badan lemes penuh ruam" ,muka pucat , muntaber. Dokter memeriksa aku dan membuat statement bahwa umurnya ga bakal lama lagi karena trombosit nya menurun drastis secaratidak wajar. Sontak ibu dan ayah menangis di tempat tidur karena mendengar perkataan dokter itu. Ayah ibu menangis turut mengundang perhatian ke anak perempuan sebelah bilik aku untuk mengajakku bermain. Tapi aku tidak berdaya pada saat itu.
7 hari kemudian , pengecekan darah bahwa mengalami kenaikan trombosit dan dibolehkan pulang. Sebelum pulang aku tidak melihat anak itu , ternyata anak itu udh pulang 2 hari yang lalu. Aku pulang kerumah sempat bertanya ke ibu tentang anak itu.